Jumat, 04 April 2025

Totti; Bertahan Di Roma Adalah Kemenangan

🗣️Totti: "Jika Messi bermain di Roma selama 25 tahun, Kamu tahu berapa banyak Ballon d’Or yang akan dimenangkannya? Nol! Lalu bagaimana mungkin aku bisa memenangkannya?"

🗣️Cassano: "Itu salahmu, kamu idiot, kamu seharusnya pergi ke Madrid dan akan memenangkan beberapa (Ballon d'Or)."

🗣️Totti: "Aku tidak peduli tentang memenangkan itu, Aku (sudah) menang di Roma. Aku bertahan selama 25 tahun, itu adalah kemenangan terbaik. Aku tidak menyesali apa pun."


sc: Italian Football TV

Lahirnya Pemain Kontroversial, El Hadji Diouf

15 Januari 1981

Pada 15 Januari 1981, pemain asal Senegal, El Hadji Diouf lahir di Dakar. Pemain yang bertalenta tapi juga kontroversial, dia menghabiskan gelah malang melintang bermain di berbagai negara antara lain Perancis, Inggris, dan Skotlandia.

Dia memulai karir profesionalnya bersama Sochaux pada 1998, diikuti dengan kepindahannya yang sangat cepat ke Rennes (1999-00) dan Lens (2000-02). Yang terakhir, dia mencetak 18 gol dari 54 penampilan di liga, yang dikombinasikan dengan aksi luar biasa untuk Senegal di Piala Dunia 2002 hingga mengantarkan negaranya sampai ke babak perempatfinal.
Atas aksinya itu, pelatih Liverpool, Gerard Houllier tertarik mendatangkannya pada musim panas dengan biaya £ 10 juta.

Di Anfield, Diouf gagal menunjukkan kemampuan terbaiknya seperti sebelumnya. Pada Maret 2003 dia terlibat insiden pertengkaran dengan suporter Celtic ketika keduanya bertemu di Piala UEFA (sekarang Liga Eropa). Pada musim 2003/04, musim di mana Diouf gagal mencetak satu gol pun, Liverpool meminjamkannya ke Bolton. Di sana, dia mulai bisa mencetak gol lagi dan akhirnya pindah secara permanen pada 2005.

Setelah empat musim bersama Bolton, dia memutuskan pindah ke Sunderland (2008-09) dan Blackburn Rovers (2009-11). Kemudian dia kesulitan mencetak gol lagi hingga akhirnya pada paruh musim kedua di musim 2010/11 dia dipinjamkan ke klub Skotlandia, Rangers. Di mana ia berkembang menjadi pemain yang keras kepala dan sering mendapatkan kartu.

Kemudian di musim panas 2011 dia kembali ke Inggris untuk bergabung dengan Doncaster Rovers, kemudian bergabung dengan Leeds United pada 2012 setelah di akhir musim Doncaster terdegradasi.
Dia kemudian bermain untuk klub Malaysia, Sabah FA sebelum pensiun di tahun 2015.

Comeback Gila Manchester City Dengan 10 Pemain

London, 4 Februari 2004

Pada 4 Februari 2004, Manchester City melakukan comeback dari defisit 0-3 menjadi kemenangan 4-3 melawan Tottenham di laga ulangan babak keempat Piala FA.

Kedua tim bermain imbang 1-1 di Manchester satu minggu sebelumnya, sehingga mengharuskan mereka menjalani laga ulangan di White Hart Line. Di sana, Spurs unggul 3-0 dengan mudah pada babak pertama melalui gol Ledley King di menit ke-2, Robbie Keane (19), dan Christian Ziege (43).

Derita City semakin lengkap setelah mereka juga bermain dengan 10 pemain karena Joe Barton mendapatkan kartu kuning kedua di menit ke-45 karena memprotes wasit. Sebelumnya, Barton sudah mendapatkan kartu kuning di awal laga.

Manajer City, Kevin Keegan harus memutar otak dan memberikan istruksi yang tepat kepada para pamian City agar bisa membalikkan keadaan untuk bisa lolos ke putaran kelima.

Benar saja, City seperti tampil kesetanan di babak kedua meski dengan 10 pemain.
Sylvain Distin memperkecil kedudukan menjadi 3-1 ketika sundulannya gagal diselamatkan kiper Tottenham, Kasey Keller di menit ke-48. Menit ke-69, Paul Bosvelt memperkecil jarak menjadi 3-2 melalui bola deflection.
Kemudian Shaun Wright-Phillips menyamakan kedudukan menjadi 3-3 pada menit ke-80.

Gol terakhir datang di menit ke-90 melalui penyerang Jonathan Macken dan membuat City untuk pertama kalinya unggul di laga itu. Akhirnya, 10 pemain City berhasil pulang dengan membawa kemenangan dramatis 4-3 atas Tottenham.

Selasa, 11 Desember 2018

Hungaria, Tim Pertama Yang Patahkan Rekor Inggris Di Wembley

London, 25 November 1953
Pertemuan dengan Hungaria di tahun 1953 tak akan dilupakan Inggris. Meski pertandingan berstatus persahabatan, tetapi saat itulah Inggris mulai sadar bahwa ada kekuatan sepakbola lain yang tidak bisa dipandang remeh, Hungaria.
.
Hungaria yang berstatus juara Olimpiade diremehkan oleh Inggris yang yakin akan mengalahkannya. Apalagi laga dilangsungkan di stadion angker, Wembley.
Sejarah mencatat, belum ada tim manapun yang berhasil mengalahkan Inggris jika mereka bermain di Wembley.
.
Meremehkan lawan ternyata sebuah blunder besar. Dihadapan 105.000 suporter, Hungaria tampil luar biasa. Laga baru berjalan 50 detik, mereka sudah unggul melalui Nandor Hidegkuti.
Inggris berhasil menyamakan kedudukan 1-1 melalui Jackie Sewell. Tetapi lagi-lagi Hidegkuti berhasil mencetak gol keduanya.
.
Tak lama berselang, Ferenc Puskas mencetak gol, diikuti gol keempat oleh Jozsef Bozsik. Di akhir babak kedua Mortensen memperkecil ketinggalan. Inggris 2, Hungaria 4.
.
Di babak kedua, tekanan Hungaria semakin beringas, Puskas mencetak gol keduanya kemudian Hidegkuti mencetak hat-trick. Alf Ramsey mencetak gol terakhir Inggris yang di akhir laga takluk 3-6.
.
Inggris akhirnya sadar bahwa tidak hanya orang Inggris yang fasih bermain bola. Dalam statistik, Inggris hanya mampu melepaskan 5 tembakan, sementara Hungaria 35 tembakan ke gawang Inggris.
.
Pertandingan yang kemudian sempat dijuluki sebagai "pertandingan abad ini" itu akhirnya mematahkan rekor tanpa kalah Inggris di Wembley. Hungaria menjadi tim pertama yang berhasil mengalahkan Inggris di Wembley.
.
Skuat Inggris: Gil Merrick; Alf Ramsey, Bill Eckersley, Billy Wright, Harry Johnston; Jimmy Dickinson, Stanley Matthews, Ernie Taylor, Stan Mortensen; Jackie Sewell, George Robb
Pelatih: Walter Winterbottom
.
Skuat Hungaria: Gyula Grosics (Sandor Gellar, 80), Jeno Buzanszky, Mihalay Lantos, Jozsef Bozsik, Gyula Lorant, Jozsef Zakarias; Laszlo Budai, Sandor Kocsis, Nandor Hidegkuti, Ferenc Puskas, Zoltan Czibor
Pelatih: Gusztav Sebes

Sabtu, 10 November 2018

Berdiri dan Jatuhnya Klub Super Italia

Turin, 3 Desember 1906
Pada 3 Desember 1906, sebuah kelompok orang yang beranggotakan mantan pemain Juventus dan juga pelatih masa depan Italia, Vittorio Pozzo, mendirikan sebuah klub yang diberi nama AC Torino. Yang kemungkinan menjadi salah satu klub tersukses dan paling tragis.
Para pendiri itu bertemu dan berkumpul di Voigt, tempat pembuatan bir di Turin, termasuk di dalamnya ada mantan pemain Juventus, Alfredo Dick.
Kelompok itu juga ada pebisnis asal Swiss, Hans Schoenbrod, yang kemudian menjadi pemilik pertama Torino.
Juga termasuk pemuda 20 tahun mantan pemain Grasshopper Zürich, Vittorio Pozzo, yang menjadi pelatihnya sebelum menangani timnas Italia saat menjadi Juara Dunia tahun 1934 dan 1938.
Torino meraih gelar liga pertama mereka di tahun 1928, dan menjadi penguasa Italia pada tahun 1940an dengan tim yang dikenal dengan sebutan Il Grande Torino. Mereka memenangkan 5 scudetto pada dekade itu. Termasuk gelar empat kali beruntun di tahun 1946 hingga 1949.
Kesuksesan luar biasa mereka kemudian berakhir dalam tragedi. Kecelakaan pesawat pada Mei 1949 menewaskan total 18 orang. Para pemain Torino yang juga anggota timnas Italia ikut tewas, termasuk beberapa ofisial, jurnalis, dan kru.
Kecelakaan itu membuat Torino mengalamai masa kemunduran. Mereka mengalami masa suram karena sempat beberapa kali naik turun dari Serie A ke Serie B, walaupun mereka sempat menjuarai liga di tahun 1976.
Pada 2005, Asosiasi Sepakbola Italia mengeluarkan Torino dari liga karena kesulitan finansial, tetapi mereka kembali di tahun itu dengan nama sebagai Torino FC.

Senin, 29 Oktober 2018

Tangan Henry Loloskan Perancis

Paris, 18 November 2009

Pada 18 November 2009, Perancis memastikan diri lolos ke putaran final Piala Dunia 2010 berkat proses gol yang menjadi salah satu paling kontroversial dalam sejarah sepakbola.

Menghadapi Irlandia dalam laga play-off setelah kedua tim finish di posisi kedua klasemen di masing-masing grup, Perancis diunggulkan untuk meraih tiket ke Afrika Selatan.

Perancis memenangi leg pertama di Dublin dengan skor 0-1, sehingga mereka hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos ketika bermain di Paris.
Tetapi pada menit ke-32 striker Irlandia, Robbie Keane berhasil membuat timnya unggul. Les Bleus berusaha mati-matian untuk menyamakan kedudukan tetapi berulangkali digagalkan oleh permainan brilian kiper Shay Given. 

Dengan agregat sama kuat 1-1 maka pertandingan akan berlanjut ke babak perpanjangan waktu ketika tendangan bebas Florent Malouda mengarah kepada Thierry Henry yang berada di kotak penalti.
Henry dengan jelas mengontrol bola dengan lengan kirinya sebelum mengirimkan umpan ke William Gallas berhasil membuat Perancis menyamakan kedudukan. Given dan seluruh pemain Irlandia dengan segera melakukan protes, tetapi wasit tetap mengesahkan gol dan melanjutkan pertandingan.

Pertandingan pun berakhir dengan agregat 1-2 untuk kemenangan Perancis.

Seusai laga Henry mengakui telah mengontrol bola dengan menggunakan tangannya, tetapi dia tidak mau bertanggungjawab atas aksinya dengan mengatakan, "saya bukanlah wasit."
Irlandia mengajukan petisi kepada FIFA menuntut untuk dilakukannya pertandingan ulang, tetapi ditolak.

Meskipun frustrasi atas ketidaklolosan mereka, para suporter Irlandia sedikit mendapatkan pelipur lara karena penampilan buruk Perancis di Piala Dunia 2010.
Seperti diketahui, Perancis hanya berhasil meraih satu poin hasil dari satu kali imbang dan dua kali kekalahan yang membuat mereka finish di posisi juru kunci grup.

Minggu, 28 Oktober 2018

Mesir Juara Piala Afrika Dengan Rekor 13 Tahun Tak Terkalahkan.

Luanda, 31 Januari 2010

Pada 31 Januari 2010, Mesir menjuarai Piala Afrika dengan rekor 19 laga beruntun tanpa kalah di turnamen itu. Catatan tanpa kalah itu dimulai sejak tahun 2004.

Laga tanpa kalah Mesir dimulai pada tahun 2004 ketika mereka bermain imbang tanpa gol melawan Kamerun di laga terakhir penyisihan grup. Laga ini juga merupakan laga terakhir Mesir di Piala Afrika 2004 karena gagal lolos ke babak selanjutnya.

Berlanjut pada gelaran Piala Afrika tahun 2006 dan 2008, yang keduanya dimenangkan oleh Mesir dengan rekor tanpa kalah hingga partai puncak. Secara keseluruhan itu merupakan gelar kelima dan keenam Mesir.

Kemudian di tahun 2010 mereka tetap tak terkalahkan hingga ke babak final di mana akan menghadapi Ghana. Bermain di hadapan 50.000 suporter di stadion 11 de Novembro, di Luanda, Angola, pertandingan tetap tanpa gol hingga menit ke-85, ketika pemain pengganti Mohamed "Gedo" Nagy mencetak gol kemenangan 1-0 untuk Mesir.
Mesir mencetak rekor hat-trick beruntun menjuarai Piala Afrika mereka yang ketujuh.

Dalam 19 laga tanpa kalah itu, juga termasuk rekor 9 kemenangan beruntun. Fantastis.
Strek kemenangan itu terhenti ketika bermain imbang 0-0 melawan Mali di penyisihan grup di Piala Afrika 2017. Tetapi Mesir tetap mempertahankan laga tanpa kalah mereka hingga 24 pertandingan setelah dikalahlan Kamerun di final Piala Afrika tahun 2017.