Pada tahun 1995, mantan pelatih Blackburn Rovers, Kenny Dalglish menyarankan CEO-nya, Jack Walker, untuk merekrut Christophe Duggary dan Zinedine Zidane, yang keduanya saat itu masih bermain untuk Bordeaux. Dalglish menginginkan dua pemain tersebut untuk membantu timnya meraih gelar Liga Primer.
Kemudian dengan singkat, Walker menjawab, “Untuk apa kamu menginginkan Zidane sedangkan kita sudah punya Tim Sherwood?"
Soccer Reminder by Satria H. Rosa | Instagram: soccer_remind | Twitter: @satria_hippie |
Selasa, 20 Maret 2018
Blackburn Sempat Menginginkan Zidane
Selasa, 06 Maret 2018
Cerita Tentang Permintaan Maaf Ozil Kepada David Luiz
Masih ingat ketika Brazil dihancurkan Jerman di Piala Dunia 2014 lalu?
Ada kejadian memilukan setelah wasit asal Meksiko, Marco Rodriguez, meniup peluit tanda akhir pertandingan.
Mesut Ozil yang bermain gemilang di pertandingan itu meminta maaf kepada David Luiz setelah Jerman menghancurkan Brazil 7-1 di semifinal Piala Dunia 2014 lalu, menyebabkan salah satu negara sepakbola terbesar di dunia menjadi duka cita masal.
Seperti sebuah tragedi ketika timnas Brazil, negara dengan juara Piala Dunia terbanyak, yang bermain di negara sendiri dipermalukan oleh Jerman.
Pertandingan yang dikenal dengan tragedi Mineirazo itu seperti sebuah pukulan keras bagi bek tengah Chelsea yang di pertandingan itu menjabat sebagai kapten menggantikan Thiago Silva.
Setelah selesai pertandingan, Ozil menghibur Luiz yang menangis setelah pertandingan yang membanjiri kesedihan di seluruh stadion Mineirao itu.
"Semua tahu semifinal melawan Brazil berakhir dengan skor 7-1", kata Ozil di Arsenal.com
"Tentu saja semua pemain, termasuk saya yang berada di dalam lapangan, sedikit terkejut, setelah 30 menit pertandingan berjalan skor sudah 4-0, kamu tidak akan menyadari, -apa yang sebenarnya terjadi?"-
"Ketika kamu kalah di pertandingan besar seperti itu saat bermain di negara sendiri, dan kamu melihat para suporter menangis, dan para pemain menangis, kamu pasti akan tersentuh."
"Jadi seperti yang telah saya lakukan, saya menghampiri David Luiz dan berkata, 'Saya sungguh minta maaf, kamu memiliki negara yang bagus dan orang-orang yang ramah.'"
ig: soccer_remind
Sabtu, 24 Februari 2018
'One Hit Wonder' Afonso Alves
Masih ingat Afonso Alves?
Satu-satunya pemain yang mencetak 7 gol dalam satu laga yang menjadi sebuah rekor gol di Liga Belanda.
Awal kisah spektakuler Alves di SC Heerenven bermula ketika dibeli dari Malmo FF dengan biaya €4.5 juta. Di musim pertamanya dia berhasil menjadi topskor dengan 34 gol dari 31 penampilan yang menjadi rekor di klubnya.
Dengan 34 gol itu dia mendapatkan pengahargaan Sepatu Perak karena kalah satu poin dari Francesco Totti yang mendapatkan Sepatu Emas karena mencetak 26 gol bersama AS Roma.
Sebab itu juga dia dipanggil membela Timnas Brazil dan melakukan debut ketika bermain sebagai pengganti saat menghadapi Inggris pada 17 Mei 2007.
Pada musim kedua bersama Heerenven, tepatnya pada 7 Oktober 2007, Alves mencetak 7 gol ketika Heerenven menggilas Heracles Almelo 9-0. Sebuah rekor bagi seorang pemain yang mencetak gol terbanyak di satu pertandingan di Liga Belanda.
Pada musim 2008 Alves bergabung bersama Middlesbrough dengan transfer sebesar €20 juta. Datang sebagai predikat topskor Liga Belanda, penampilan awal bersama Middlesbrough sangat menjanjikan ketika mencetak 6 gol dari 11 laga termasuk brace melawan Manchester United.
Di musim keduanya sungguh benar-benar mengecewakan. Tanda-tanda kariernya meredup sudah terlihat. Dia hanya mencetak 4 gol dari 31 pertandingan, menjadikan Middlesbrough terdegradasi ke divisi Championship dan tidak pernah kembali ke Liga Primer hingga aaat ini.
Selama dua musim di Middlesbrough, pemain kelahiran 30 Januari 1981 itu hanya bermain di 42 pertandingan dan hanya mencetak 10 gol.
Kemudian kariernya semakin meredup ketika bergabung dengan Al Sadd hanya dengan biaya £7 juta. Di klub asal Qatar itu Alves hanya bermain 12 kali dan mencetak 2 gol dan sempat dipinjamkan ke Ar Rayyan. Sebelum pensiun pada 5 Oktober 2015 lalu, Alves sempat memperkuat Al Gharafa dengan hanya bermain 4 kali tanpa sekalipun mencetak gol.
Senin, 19 Februari 2018
Starting XI Chelsea 1999 Yang Menjadi Sejarah
Pada 26 Desember 1999, Chelsea menjadi klub Inggris pertama yang memainkan sebelas pemain asing di starting XI-nya. Susunan sebelas pemain awal ini pun bermain dengan sangat baik higga berhasil meraih kemenangan.
Peristiwa ini terjadi di Liga Primer ketika Chelsea bertandang melawan Southampton. Keputusan line-up ini sebenarnya tidak direncanakan oleh manajer Chelsea saat itu, Gianluca Vialli. Vialli sempat memasukkan nama pemain reguler seperti penyerang Chris Sutton dan gelandang Dennis Wise, yang keduanya merupakan pemain timnas Inggris. Tetapi sesaat sebelum laga Sutton dan Wise cedera sehingga tidak dimasukkan dalam susunan sebelas pemain awal.
Untuk mengisi kekosongan, kemudian Vialli memasukkan susunan pemain awal yang berisi kiper De Goey (Belanda), kemudian di pos belakang ada Albert Ferrer (Spanyol), Frank Leboeuf (Perancis), Emerson Thome (Brazil), dan Celestine Babayaro (Nigeria). Di posisi tengah ada nama Dan Petrescu (Rumania), Didier Deschamps (Perancis), dan Roberto Di Matteo (Italia), dan Gus Poyet (Uruguay) sebagai kapten. Sementara posisi penyerang diisi oleh Gabrielle Ambrosetti (Italia), dan Tore Andre Flo (Norwegia).
Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah sepakbola Inggris ada sebuah klub yang memasukkan sebelas pemain awal tanpa satupun pemain asal Inggris.
Susunan sebelas pemain asing ini berakhir pada menit ke 74, ketika Vialli memasukkan pemain asal Inggris, Jon Harley, menggantikan Ambrosetti. Kemudian Jody Morris, pemain yang juga berasal dari Inggis, yang menggantikan Petrescu pada menit ke 87.
Di pertandingan yang bertajuk Boxing Day ini, Chelsea menang dengan skor 2-1 oleh gol yang semua dicetak oleh Flo pada menit ke 18 dan 43. Sementara Southampton memperkecil kedudukan pada menit ke 80 melalui Kevin Davies.
“Tak ada pemain yang tahu apa yang sedang terjadi. Tak satupun pemain Inggris di dalam skuat. Seharusnya ada Dennis Wise, dan kami masih punya Chris Sutton, Greame Le Saux, Jody Morris, dan Jon Harley, mereka semua di tim utama. Itulah mengapa ketika susunan pemain diumumkan kami semua tidak menyadarinya. Ini adalah misteri bagi kami", kata Roberto Di Matteo seusai laga.
Jumat, 16 Februari 2018
Duet Paling Tangguh Milan
Selama berkarier sebagai pesepakbola, dua bek sekaligus legenda milik AC Milan, Franco Baresi dan Paolo Maldini sudah 196 kali bermain bersama di Milan.
Mereka bermain bersama sebagai bek tengah. Hasilnya sungguh luar biasa. Pertahanan Milan jadi sangat sulit ditembus tim lawan. Total Milan hanya kemasukan 23 gol ketika Baresi dan Maldini bermain bersama.
Duet bek tangguh tersebut berhasil membuat Milan tidak terkalahkan dalam 58 pertandingan di Serie A antara tahun 1991 sampai 1993. Bahkan di musim 1991-1992, Milan tidak pernah menyentuh kekalahan di liga. Sejatinya, posisi asli Maldini adalah bek kiri, tapi dengan kemampuan membaca permainan yang bagus membuat dia sama baiknya jika bermain sebagai bek tengah.
Sebagai penghormatan atas jasa mereka, Milan memensiunkan nomor punggung 6 milik Baresi dan nomor 3 milik Maldini.
Legend!
Rabu, 31 Januari 2018
Pesepakbola Tertua Di Dunia
Mungkin banyak yang tidak kenal dengan nama Tercio Mariano de Rezende. Dia adalah sang pemegang rekor dunia sebagai pesepakbola tertua di dunia. Mariano atau yang dikenal dengan nama Tercao lahir pada 31 Desember 1921 di Brazil. Berposisi sebagai bek kanan, Tercao memulai karir di klub lokal, Goiandira Espote Clube, Goias, Brazil, pada tahun 1973 ketika berumur 52 tahun.
Dia masih bermain di klub itu dan pensiun pada tahun 2008 ketika berumur 87 tahun. Pada tahun 2007, Buku Guinness Rekor Dunia mencatat dia sebagai pesepakbola tertua di dunia.
Dia adalah seorang petani yang berjalan 10 kilometer setiap pagi hari itu menolak anggapan bahwa dirinya terlalu tua untuk bermain bola. Dia berkata “selama saya meiliki kaki, saya akan bermain.”
Bahkan ketika cedera sekalipun, termasuk ketika terjadi dislokasi di pundaknya dan pascaoperasi di leher dan punggungnya dia tetap melanjutkan bermain sepakbola hingga meninggal pada Maret 2015 di usia 93 tahun.
Indonesia di Piala Dunia 1938
Hingga detik ini, Indonesia adalah negara di Asia pertama yang masuk ke Piala Dunia. Indonesia hanya sekali tampil di putaran final Piala Dunia dan hanya sekali bertanding ketika berhadapan dengan Hungaria.
Pada saat itu Indonesia masih menggunakan nama The Dutch East Indies atau Hindia Belanda. Hal ini dikarenakan saat itu belum ada nama Indonesia.
Hindai Belanda lolos secara otomatis karena Jepang yang menjadi lawan di kualifikasi mengundurkan diri karena sedang berperang dengan Cina.
Piala Dunia 1938 masih menggunakan format sistim gugur. Sehingga di putaran pertama Hindia Belanda langsung angkat koper usai kalah telak 0-6 dari Hungaria.
Setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, FIFA tetap mengakui aksi di Piala Dunia 1938 adalah bagian dari sejarah Indonesia, bukan Hindia Belanda.
Hal ini disampaikan di akun resmi FIFA World Cup beberapa waktu lalu ketika FIFA mengakui bahwa Indonesia adalah negara Asia pertama yang ikut berpartisipasi di Piala Dunia.