Jumat, 26 Januari 2018

Gol Pertama Gerrard Berkostum Liverpool

Pada tanggal 5 Desember 1999, Liverpool menjamu Sheffield Wednesday di Anfield. Sempat dikejutkan oleh gol Wednesday melalui tendangan bebas mematikan Niclas Alexanderson, Liverpool membalas dua gol melalui Sami Hyypia dan Danny Murphy. Babak pertama Liverpool unggul 2-1 atas Wednesday.
Di babak kedua, Steven Gerrard dan David Thompson menambah keunggulan Liverpool menjadi 4-1.


Ini adalah gol spesial dan menjadi gol pertama Gerrard bagi Liverpool setelah melalui 25 pertandingan.
Menerima umpan dari Rigobert Song dari tengah lapangan, Gerrard yang saat itu memakai jersey lengan panjang dengan nomor punggung 28, mengontrol bola dengan kaki kiri kemudian melakukan solo run hingga ke depan kotak penalti Wednesday. 


Tendangan kencang kaki kanannya langsung menghujam deras ke gawang Wednesday.
Ini adalah momen bersejarah bagi Steven Gerrard dan Liverpool.

"Saya ingat gol pertama saya adalah ke gawang Sheffield Wednesday. Saya melewati Des Walker yang dulu menjadi idola bagi saya". Gerrard.

Rabu, 19 Oktober 2016

ON THIS DAY - 19 November 1969: Gol Ke-1000 Pele.

Di tanggal ini, atau tepatnya pada 19 November 1969, Legenda Brazil, Edison Arantes do Nascimento, atau yang dikenal dengan nama Pele, mencetak golnya yang ke 1000.

Pesepakbola yang lahir pada 23 Oktober 1940 ini mencetak gol itu pada pertandingannya yang ke 909. Dia berhasil mencetak golnya ke 1000 melalui titik penalti saat klubnya, Santos, melawan Vasco da Gama di Stadion Maracana, Rio de Janeiro.

Setelah mencetak gol itu, pertandingan sempat terhenti sekitar 20 menit karena selebrasi dan perayaan golnya. Hingga detik ini, Pele adalah satu satunya pesepakbola yang berhasil menjuarai 3 kali Piala Dunia yaitu pada tahun 1958 di Swedia, 1962 di Chile, dan 1970 di Meksiko.

Jumat, 16 September 2016

Liga Maroko 1965-66; Liga Paling Ketat Di Dunia

Liga Maroko pada musim 1965-66 disebut-sebut sebagai liga paling ketat di dunia. Pasalnya selisih poin antara Wydad Athletic Club sebagai juara dengan Maghreb Athletic Tetouan yang menjadi juru kunci hanya 8 poin.


Namun, penghitungan poin pada Liga Maroko saat itu berbeda dengan penghitungan poin pada liga-liga yang ada sekarang. Saat itu, klub yang menang meraih tiga poin, jika seri akan mendapatkan dua poin, dan klub yang menderita kekalahan mendapat satu poin.


Hasilnya, perolehan poin menjadi sangat ketat. Gelar klub yang juara dan klub terdegradasi baru bisa diketahui pada pekan terakhir.

(Soccer)

Kamis, 15 September 2016

Greta Friedman, Perempuan Dalam Foto Ciuman Ikonik Itu Kini Tutup Usia

Greta Zimmer Friedman, pemilik foto ciuman saat Perang Dunia II kini telah meninggal dunia.
Foto hitam putih hasil jepretan fotografer Alfred Eisensteadt itu meninggal pada 8 September 2016 lalu di usia 92 tahun.
Anaknya, Joshua Friedman mengkonfirmasi bahwa ibunya meninggal karena sakit pneumonia.
Friedman adalah perawat berusia 21 tahun memakai baju terusan berwarna putih sedang berjalan jalan di depan Time Square, New York pada tanggal 14 Agustus 1945 atau saat VJ-Day (hari menyerahnya Jepang kepada Amerika Serikat untuk mengakhiri Perang Dunia II). Sedangkan si pelaut bernama George Mendonsa mamakai baju hitam.
Saat ciuman itu terjadi, Greta dan George tidak saling kenal, bahkan tidak pernah bertemu sebelumnya. Mereka mengakui bahwa ciuman itu hanyalah luapan kegembiraan atas berakhirnya Perang Dunia II.
"Saya tidak melihat dia datang menghampiri saya. Tapi, tiba-tiba dia sudah memeluk pinggang saya dan mencium saya", kenang Greta.
Ciuman itu juga dikenal dengan sebutan "The Kiss", salah satu foto paling terkenal dari abad ke-20.
Setelah ciuman itu, Greta dan George berpisah dan tidak saling bertemu.
George kini berusia 93 tahun dan tinggal di Rhode Island.

Rabu, 24 Agustus 2016

Kisah Pegguy Arphexad; Si Cadangan Abadi

Pegguy Arphexad, nama yg asing bagi penggila bola saat ini. Tapi mungkin tidak bagi fans sejati Liverpool.

Pegguy Arphexad adalah mantan kiper Liverpool pada tahun 2000-2003 yang dijuluki "cadangan abadi". Karena hanya bermain 2 kali di Liverpool. Ini disebabkan karena manajer Liverpool saat itu Gerrard Houllier lebih memilih Sander Westerveld atau Jerzy Dudek. Meskipun begitu dirinya tetap terdaftar sebagai pemain cadangan dalam 6 gelar yang diraih Liverpool pada rentang musim 2000-2003.

Dalam karirnya selama 16 tahun dia hanya bermain sebanyak 39 kali dan berhasil memenangkan 7 gelar juara meskipun hanya 'terlibat' dalam satu gelar yg diraihnya. Rinciannya, 6 gelar juara bersama Liverpool sebagai kiper cadangan dan 1 gelar bersama Leicester City sebagai pahlawan kemenangan saat menggantikan kiper Tim Flowers yg cedera dan berhasil menggagalkan 2 tendangan penalti lawan.

Itu berarti dia membutuhkan 5,57 pertandingan setiap satu juara yg dia menangkan.

Sejarah Doaa Elghobashy




Doaa Elghobashy menjadi atlet voli pantai berhijab pertama yang berkompetisi di Olimpiade.
Pada pertandingan melawan tim Jerman, dia menjadi satu-satunya wanita berhijab.
Penampilannya tampak kontras dengan tim Jerman yang ketika bertanding mengenakan bikini, seragam yang umumnya dipakai para atlet voli pantai.
Sementara wanita kelahiran 8 November 1996 itu mengenakan busana tertutup, celana panjang, baju lengan panjang, dan hijab.
"Hijabku tidak menghalangiku melakukan hal-hal yang aku sukai dan voli pantai adalah salah satunya," ujarnya.

Sabtu, 05 Desember 2015

Tidak Ada Sajadah Solat Di Rumahku

Pemilik kisah ini mengatakan;
Aku berkenalan dengan gadis itu di bangku kuliah saat mata kuliah tertentu. Dia sangat berbeda denganku. Minatnya terbatas pada ilmu, kerja keras, dan nilai tinggi.

Baginya, kuliah adalah masa depan.
Sedangkan aku, minatku adalah apa yang aku pakai, apa yang aku koleksi, di mana aku belanja, dan siapa yang aku temani.
Karena perbedaan minat di antara kami itulah, maka aku tidak memperhatikan persahabatanku dengannya. Karena aku tidak menyukai tipe gadis seperti itu.

Satu semester berlalu...

Dan aku kembali berkumpul dengannya pada semester dua untuk mata kuliah yang lain. Pada semester ini, aku menjadi akrab dengannya. Karena pengetahuanku yang dangkal pada mata kuliah sebelumnya, dia suka memberikan jasanya tanpa aku minta.
Misalnya, dia memberikan fotokopi berkas-berkas kepadaku, dan membooking tempat duduk untukku di sampingnya.

Hari demi hari berlalu...

Sampai akhirnya dosen mata kuliah tersebut meminta kami untuk membuat penelitian bersama. Hal ini semakin menambah keakrabanku dengannya. Percakapan telepon di antara kami berlangsung terus menerus. Dari situlah aku tahu banyak tentang sisi kehidupannya.

Aku menjadi rindu pada jam kuliah yang membuat kami bisa berkumpul. Sehingga aku bisa berjumpa dengan wajahnya yang cerah dan selalu tersenyum.

Hari-hari berlalu...

Hingga aku mengalami masalah kesehatan. Dan harus istirahat total selama dua minggu. Selama itu pula dia tidak pernah berhenti menelepon, mengirim bunga, dan memberi hadiah.
Ibuku sangat menyukainya. Dan dia memintaku agar mengundangnya untuk berkunjung ke rumah.

Temanku itu datang ke rumahku dan kegembiraanku pun tak bisa aku lukiskan dengan kata kata. Pada hari itu juga aku melupakan sakitku.

Begitu kami mendengar adzan maghrib, ia langsung minta izin dan berkata,
“Izinkan aku sholat sebelum ibuku datang, dan aku membutuhkan sebuah sajadah.”

Aku tersentak kaget mendengar permintaannya.

“Apa? Kamu perlu apa?” tanyaku.

Dia menengok ke arahku dan berkata, “Kenapa kamu? Aku perlu sajadah sholat.”

Kepalaku serasa diguyur air panas. Aku menjawabnya sambil berpikir keras.

“Sajadah sholat?”
“Oh, maaf. Di rumah kami tidak ada sajadah sholat.”

Kemudian dia berkata,
“Sajadah sholat, tidak punya tempat di rumahmu? Aku tak percaya.”

Dia berkata sambil tercengang. Wajahnya menampakkan tanda tanda keheranan.
Temanku itu meletakkan tangannya di kepalanya sambil menangis. Matanya berlinang air mata, dan berkata,

“Aku menyukaimu. Aku sangat menyukaimu. Tapi aku tidak ingin persahabatan kita putus gara gara kuffur. Gara gara ingkar kepada Robb langit.
Aku sangat mencemaskanmu.
Bagaimana mungkin kamu bisa tidur, tertawa, dan minum. Sementara kamu tidak bersyukur kepada Robb mu dengan melaksanakan sholat kepada-Nya?
Permisi, aku mau sholat di lantai marmer itu dan meninggalkan hatimu seperti aku memasukinya.”

Temanku itu sholat. Sementara aku memikirkan ucapannya.

Ketika ibunya datang, dia bermaksud keluar. Tapi langsung aku pegang tangannya, dan berkata,

“Aku mohon, jangan tinggalakan aku. Tolonglah aku. Karena dari kamulah aku bisa mengenal arti kehidupan. Dan banyak hal, banyak hal yang telah berubah dalam hidupku.
Aku mohon, bimbinglah aku. Hapuslah kegelapan dari mata hatiku. Jangan lupa berdoa untukku dan untuk keluargaku.”

Namun, temanku itu keluar begitu saja tanpa menjawab sepatah katapun. Karena air mata lebih banyak daripada kata kata.

Dia keluar dari rumah, sementara aku terus memandanginya sambil berucap,
“Ya Allah, aku mohon kepadamu agar Engkau berkenan mempertemukanku sekali lagi.”

Dan ketika aku mengucapkan kata kata itu, aku berkata dalam hati,
“Apakah kamu tidak malu meminta sesuatu kepada Tuhanmu, sedangkan kamu tidak menunaikan hak hak-Nya. Apakah kamu tak malu?”

Aku bergerak cepat. Sementara berbagai perasaan melimpah ruah memenuhi hatiku. Aku ingin berubah. Aku ingin ketenangan dan kedamaian.
Aku bewudhu.
Tapi menurutku aku tidak berwudhu dengan baik. Kemudian aku sholat maghrib. Aku merasakan ketenangan jiwa luar biasa yang belum pernah aku rasakan sebelumnya.

Aku memanjatkan doa kepada Allah. Ku angkat kedua tanganku, seraya memohon kepada Robb ku agar berkenan memberikanku pertolongan dengan menyambung kembali hubunganku dengan temanku itu.

Akan tetapi, apa yang ku pakai dalam sholat?

Aku memakai seprei yang ada di atas kasur. Maka aku berjanji kepada Robb ku bahwa aku tidak akan meninggalkan kewajiban sholat.

Pagi pagi sekali pembantu mengetuk pintu kamarku sambil membawa sebungkus hadiah yang besar. Aku membukanya dan melompat kegirangan. Karena aku menemukan mukena dan sajadah sholat. Aku merasa sangat gembira karena dua hal.
Pertama, karena temanku tidak meninggalkanku. Dan hadiah ini menunjukkan bahwa dia masih menyukaiku. Yang kedua, karena aku mendapatkan hadiah yang sangat indah.
Ku baca kartu di dalam bungkusan itu, yang bertuliskan;

“Sahabatku...
Berjanjilah padaku, bahwa aku akan tetap menjadi sahabatmu. Dan berjanjilah bahwa di rumahmu akan ada lebih dari satu sajadah sholat.”

Aku bergegas pergi ke toko buku islami dan membeli buku buku yang secara khusus membahas tentang sholat, tata caranya, dan hukuman bagi orang yang meninggalkannya.

Lalu aku mencetak beberapa bagiannya dan menempelkannya di ruangan tengah di rumahku.
Itu sebagai pengingat bagiku. Maka semua orang mulai membacanya. Dan aku merasa bahwa yang menolongku dalam hal ini adalah semata Allah Azza Wajahla.

Beberapa bulan kemudian...

Aku mendengar berita yang sangat indah saat ibuku memberi tahuku bahwa ia memutuskan untuk menunaikan ibadah haji bersama ayahku.
Aku benar benar bersyukur kepada Allah dengan jalan temanku ini keindahan ku raih, kesenangan ku dapatkan. Begitupun ketenangan hidup.

Akupun berterima kasih kepada temanku yang membuat perjalanan hidup rohaniku menjadi berubah. Menjadi sebuah sajadah yang indah.

Hari hariku ku lewati dengan sujud kepada Allah Azza Wajahla.

Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari pengalaman hidup orang lain. Dan kita dapat memetik hasilnya yang baik. Begitupun kita juga dapat mengambil hikmah dari apa yang telah kita dapatkan. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.